Analisis Biaya, Produksi, dan Pendapatan Rumah Tangga Petani Kopi di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat
DOI:
https://doi.org/10.32530/jace.v2%25.20Keywords:
biaya produksi, produksi kopi, pendapatan rumah tanggaAbstract
Kopi Robusta merupakan sumber pendapatan utama bagi sebagian besar rumah tangga di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, namun tingkat pendapatan petani tidak hanya ditentukan oleh produksi, melainkan juga oleh biaya produksi, harga jual, serta sumber pendapatan lainnya. Oleh karena itu, analisis pendapatan rumah tangga diperlukan untuk mengetahui kondisi ekonomi petani secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan rumah tangga petani kopi di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat. Penelitian menggunakan metode survei dengan 87 petani responden yang dilaksanakan pada November 2024–Juli 2025. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani kopi sebesar Rp8.627.218,39/ha/tahun, dengan 88,50% merupakan biaya variabel. Produksi kopi rata-rata sebesar 1 ton/tahun dengan harga jual Rp23.933,33/kg menghasilkan penerimaan sebesar Rp38.946.321,84 dan pendapatan bersih sebesar Rp30.319.103,45/tahun dengan R/C Ratio sebesar 4,51. Pendapatan rumah tangga petani juga bersumber dari kegiatan off-farm dan non-farm. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa luas lahan, produksi kopi, dan harga jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan rumah tangga, sedangkan umur petani tidak berpengaruh signifikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hadi Cahyono, Fitriani Fitriani, Dita Pratiwi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
