Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesiapan Petani Kelapa Sawit Swadaya menuju Sertifikasi ISPO di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
DOI:
https://doi.org/10.32530/jace.v2%25.17Keywords:
ISPO, kelapa sawit swadaya, regresi logistik biner, pendidikan formal, keyakinan petaniAbstract
Percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) memerlukan pemahaman mengenai faktor yang berkaitan dengan kesiapan petani swadaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi, pengetahuan, dan keyakinan terhadap kesiapan petani kelapa sawit swadaya menuju sertifikasi ISPO di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Survei kuantitatif dilaksanakan pada 27 April sampai 27 Mei 2026 terhadap 84 responden yang dipilih melalui proportionate random sampling dari 106 anggota pada 11 kelompok tani. Regresi logistik biner diestimasi menggunakan EViews 13 dengan kesiapan sebagai variabel dikotomis berdasarkan median skor total. Pendidikan formal berasosiasi positif dan signifikan dengan kesiapan (β = 0,271474; p = 0,0199; OR = 1,312), demikian pula keyakinan terhadap ISPO (β = 1,573540; p = 0,0004; OR = 4,824). Umur, pengalaman berusahatani, luas lahan, dan pengetahuan tidak signifikan pada taraf 5%. Model signifikan secara simultan dengan McFadden R² sebesar 0,332486. Pendampingan legalitas, dokumen lingkungan, praktik perkebunan yang terdokumentasi, transparansi informasi, dan penguatan keyakinan petani diperlukan untuk meningkatkan kesiapan menuju sertifikasi ISPO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agri Sofas, Nur Afni Evalia, Afrianingsih Putri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
